Mengkhotbahkan Narasi Perjanjian Lama

Relevansi dan Tantangan bagi Pengkhotbah Abad ke-21

Authors

  • Ayub Rusmanto Rusmanto Sekolah Tinggi Teologi Skriptura Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.63436/bejap.v5i1.176

Keywords:

Mengkhotbahkan, Narasi Perjanjian Lama, Relevansi, Tantangan, Abad ke-21

Abstract

Narasi Perjanjian Lama memiliki kekayaan teologis, historis, dan pastoral yang relevan bagi kehidupan umat Kristen di abad ke-21. Namun, pengkhotbah kerap menghadapi tantangan dalam menjembatani konteks budaya dan historis dunia kuno dengan realitas jemaat masa kini. Penelitian bertujuan untuk mengeksplorasi relevansi narasi Perjanjian Lama dalam khotbah kontemporer serta mengidentifikasi tantangan utama yang dihadapi pengkhotbah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur teologis dan homiletik, dipadukan dengan análisis kualitatif praktik pengkhotbah di beberapa pengkhotbah peserta pelatihan khotbah Langham Perjanjian Lama tahap -1 di Wisma Kinasih Bogor bulan September 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi Perjanjian Lama tetap memiliki daya transformasi iman yang signifikan apabila ditafsirkan dengan pendekatan kontekstual, hermeneutik naratif, serta relevansi teologis yang aktual. Kesimpulannya, pengkhotbah abad ke-21 dituntut untuk mengembangkan keterampilan hermeneutik yang peka terhadap konteks jemaat, serta mengintegrasikan pesan teologis Perjanjian Lama dengan tantangan iman Kristen di tengah-tengah jemaat masa kini, sehingga khotbah dapat menjadi sarana pembentukan spiritual yang hidup dan relevan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abraham. (2022). Penggunaan narasi Abraham dan Rahab dalam Yakobus. Predica Verbum: Jurnal Teologi dan Misi, 2(2), 65–84.

Alter, R. (1981). The art of biblical narrative (1st ed.). Basic Books.

Bonhoeffer, D. (1954). Life together (J. Doberstein, Trans.). Harper & Row. (Karya asli diterbitkan 1939).

Cunningham, M. W. (2023). Moralistic therapeutic deism: A classical critique. Eleutheria: John W. Rawlings School of Divinity Academic Journal, 7(1), 32–54.

Damanik, D., & Simanungkalit, L. N. (2022). Text and Bible canonization: Discussion of the confession of the Bible canon and its implications for the church. Didache: Journal of Christian Education, 3(2), 85–101. https://doi.org/10.55076/didache.v3i2.53

Duvall, J. S., & Hays, J. D. (2020). Grasping God's word: A hands-on approach to reading, interpreting, and applying the Bible (4th ed.).

Zondervan Academic. Febrianto. (2021). Konsep ciptaan baru N.T. Wright sebagai paradigma teologi publik kaum Injili di Indonesia. Jurnal Teologi Indonesia, 9(1), 45–68.

Harefa, J. (2025). Bahan ajar prolegomena teologi sistematika & bibliologi (Teologi kaum Injili). CV Licensi.

Hansen, C. (2010, May 18). The greatest challenge and privilege of OT preaching. The Gospel Coalition. https://www.thegospelcoalition.org/article/the-greatest-challenge-and-privilege-of-ot-preaching/

Hutagalung, Y., & Hasibuan, S. Y. (2025). Menelisik etika hamba Tuhan di ruang digital: Tafsir kontekstual terhadap Efesus 5:15-16. Jurnal Teologi, 6(1), 15–26.

Jacks, K., Waoma, G., & Rusmiyanto, A. D. (2023). Membangun spiritualitas Kristiani posmodern melalui analogi pembebasan Israel dari Mesir. Jurnal Teologi Baptis, 10(1), 35–42.

Kadir, M., & Purmanasari, N. O. (2025). Alkitab sebagai sumber liturgi dan pengaruhnya terhadap antusiasme ibadah sebagai sarana pembentukan spiritualitas jemaat. Basilius Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan, 4(2), 65–74. https://e-journal.basileajutyn.com/index.php/jb/article/view/76

Lawi, M. F. (2018). Narasi Perjanjian Lama dalam puisi-puisi alkitabiah Mario F. Lawi. Jurnal Bahasa dan Sastra, 6(1), 12–25.

Maiaweng, P. C. D. (2014). Penafsiran narasi Perjanjian Lama. Sekolah Tinggi Theologia Jaffray, 13(2), 323–326 (2015).

Manafe, F. S., Butar-butar, G. C. E., Mudak, S., & Talan, Y. M. (2024). Khotbah Kristosentris: Implikasi Kisah Para Rasul 2:14-40 bagi pengkhotbah masa kini. Jireh: Jurnal Pelayanan Pastoral dan Kepemimpinan Kristen, 6(2), 192–205. https://doi.org/10.37364/jireh.v6i2.224

Matippanna, J. M., Boiliu, E. R., & Triposa, R. (2025). Integrasi moralitas dan spiritualitas dalam pendidikan Sekolah Minggu berdasarkan Amsal 22:6: Suatu kajian teologi pendidikan Kristen. Basilius Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan, 4(2), 147–158. https://doi.org/10.63436/bejap.v4i2.161

Osborne, G. R. (2006). Spiral hermeneutika: Pengantar komprehensif bagi penafsiran Alkitab.

Palit, S. R. (2019). Penerapan Homiletika Dalam Menyusun Khotbah Yang Terarah. Jurnal Teologi Rahmat, 5(1), 191–214.

Rusmanto, A. (2022). Urgensi khotbah ekspositori dalam mewartakan firman bagi kemuliaan Tuhan di tengah-tengah jemaat masa kini. Alucio Dei, 6(2), 150–167.

Rusmanto, A., & Huwae, M. (2022). Hermeneutik feminis terhadap narasi Kitab Rut 1:16; karakter, perkataan tindakan dan kesetiaan. Saint Paul's Review, 2(2), 83–98. https://doi.org/10.56194/spr.v2i2.29

Sia, K. S. (2022). Berkhotbah secara naratif dari Kitab Rut. Jurnal Teologi dan Agama Kristen, 8(2), 311–328.

Solihin, B. (2006). Bentuk khotbah narasi: Mengkhotbahkan teks-teks narasi PL dengan efektif. Jurnal Teologi, 1(1), 15–38.

Stefani, S. (2019). Khotbah eksposisi narasi yang kreatif dan kontekstual bagi anak-anak Generasi Z. Jurnal Teologi Gamaliel, 1(2), 72–85.

Waruwu, A., Silalahi, J. N., Johannis, A., & Siahaan, H. (2020). Korelasi khotbah ekspositori dan antusias jemaat dalam beribadah di GBI Mawar Sharon Cileungsi. CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika, 1(1), 52–64. https://doi.org/10.46348/car.v1i1.13

Downloads

Published

2026-10-08

How to Cite

Rusmanto, A. R. (2026). Mengkhotbahkan Narasi Perjanjian Lama: Relevansi dan Tantangan bagi Pengkhotbah Abad ke-21. Basilius Eirene: Jurnal Agama Dan Pendidikan, 5(1), 57-71. https://doi.org/10.63436/bejap.v5i1.176

Issue

Section

Articles