Implementasi Sikap Sebagai Pelayan Tuhan Berdasarkan Filipi 4:1-9 Bagi Pengerja Di Gereja Bethel Indonesia Sungai Yordan Tanap Kembayan Kalimantan Barat

Authors

  • Jelita Parasusanti Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta
  • Sri Wahyuni Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta
  • Yonathan Purnomo Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.63436/bejap.v4i2.153

Keywords:

Sikap, pelayan, teguh, kesatuan, pikiran

Abstract

Sikap sebagai pelayan Tuhan merupakan wujud keteguhan iman, kesatuan dalam kasih, serta pikiran yang terarah pada kebaikan sebagai cerminan hidup yang diperbarui dan berpusat pada Kristus. Hal ini tampak dalam pelayanan pengerja di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Sungai Yordan Tanap, Kembayan, Kalimantan Barat, meskipun masih ada sebagian yang belum sungguh-sungguh dalam melaksanakan tanggung jawab pelayanan. Penelitian ini bertujuan menilai implementasi sikap sebagai pelayan Tuhan berdasarkan Filipi 4:1–9 serta mengidentifikasi dimensi dominan yang memengaruhi implementasinya. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan survei dan wawancara, dianalisis melalui korelasi Pearson menggunakan SPSS 25, dengan uji validitas, reliabilitas, normalitas, confidence interval 5%, uji signifikansi regresi, dan one way anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sikap sebagai pelayan Tuhan berada pada kategori “sedang”, dengan interval kepercayaan 198,6204–205,3396, yang sesuai dengan hipotesis pertama sehingga dinyatakan diterima. Selain itu, dimensi yang paling dominan menentukan implementasi sikap pelayan Tuhan adalah “hidup dalam kesatuan” (D2), dengan koefisien korelasi 0,970 dan koefisien determinasi 0,941 atau kontribusi sebesar 94,1%. Temuan ini mempertegas bahwa kesatuan dan kebersamaan merupakan faktor kunci dalam membentuk sikap seorang pelayan Tuhan, sehingga hipotesis kedua juga terbukti dan diterima. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan perlunya setiap pengerja di GBI Sungai Yordan Tanap mengembangkan keteguhan iman, menjaga kesatuan, dan memusatkan hidup pada Kristus agar sikap pelayanan dapat diimplementasikan secara konsisten dan berdampak positif bagi pertumbuhan gereja.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arifianto, Y. A. (2020). Studi Deskriptif 1 Timotius 4:1-16 tentang Pelayan Kristus yang Baik. JURNAL TEOLOGI RAHMAT, 6(1), 66–77.

Barclay, W. (1999). Pemahaman Alkitab Setiap Hari Surat Filipi, Kolose, 1 Dan 2 Tesalonika. In Gunung Mulia.

Friberg, B. (1982). Analytical Greek New Testament. Baker’s Greek New Testament Library.

Guthrie, D. (1992). Teologi Perjanjian Baru Jilid 1. BPK Gunung Mulia.

Marbun, T. O. (2019). Shalom Sebagai Konsep Keselamatan Yang Holistik. JURNAL LUXNOS, 5(2), 147–157. https://doi.org/10.47304/jl.v5i2.23

Minirth, F. B. (2001). Kebahagiaan sebuah pilihan gejala penyebab dan pengobatan depresi.

Simon, J. C., & Pattipeilohy, S. Y. E. (2020). Pembangunan ekonomi gereja: Refleksi atas praksis teologi ekonomi GPIB. PT Kanisius.

Situmorang, J. T. H. (2020). Tafsiran Surat Filipi: Teguh dan Berakar di Dalam Kristus. In books.google.com. https://books.google.com/books?hl=en&lr=&id=WUcHEAAAQBAJ&oi=fnd&pg=PP1&dq=epignosei+kasus&ots=m5kzKhY6qH&sig=-Wsod7Deq-uyT5ssvPx2tlIV1ck

Surif, S. (2016). Agustus Versus Kristus Di Dalam Surat Filipi (Bagian 1). Jurnal Amanat Agung, 12(1), 79–112.

Trip, D. P. (2018). Suffering, Crossway. a Publishing of Good News Publishers, Wheaton Illinois 60187. USA.

Yeboah, A. (2008). Garis Besar Khotbah-khotbah Menurut Tahun Gerejawi. BPK Gunung Mulia.

Downloads

Published

2025-12-29

How to Cite

Parasusanti, J., Wahyuni, S., & Purnomo, Y. (2025). Implementasi Sikap Sebagai Pelayan Tuhan Berdasarkan Filipi 4:1-9 Bagi Pengerja Di Gereja Bethel Indonesia Sungai Yordan Tanap Kembayan Kalimantan Barat. Basilius Eirene: Jurnal Agama Dan Pendidikan, 4(2), 111-119. https://doi.org/10.63436/bejap.v4i2.153

Issue

Section

Articles